Cinta...
Apakah yang bisa diungkapkan
tentangnya? Mungkinkah keindahannya? Ataukah rasa sakit yang biasa berbekas
setelah kepergiannya? Ya, cinta menyangkut semua rasa. Marah, sedih, bahagia,
cemburu, sakit hati, tawa, air mata, dan masih banyak lagi.
Menurutku, cinta adalah
pengorbanan. Dimana saat kamu mengatakan kalau kamu mencintainya. Maka, apa
yang kamu bisa lakukan untuknya? Apakah hanya rasa cinta saja tanpa embel-embel
apapun? Kurasa tidak cukup hanya dengan itu. Cinta memerlukan pembuktian
meskipun kita sadari bahwa dalam diri setiap orang pasti memiliki cara yang
berbeda-beda untuk menyatakan cintanya. Entah itu dengan kata-kata yang
terinspirasi dari kahyangan (baca: kata-kata gombal) atau melalui tindakannya
dan masih banyak lagi. Semua itu tidak salah dan semua punya cara
masing-masing. Begitupula aku, kamu, kamu, kamu, dia, dan dia.
Berbicara tentang cinta memang
tidak akan ada habisnya. Namun, sayangnya saat ini sedang terjadi penurunan
arti cinta itu sendiri. Bagi para remaja, cinta hanya menyangkut masalah pacar,
berpacaran, dipacari, dan memacari (Nah loh??). Ya, memang benar, mereka pikir
wujud cinta hanyalah sebatas status yang mereka katakan berpacaran. Memiliki
hubungan yang begitttuu dah pokoknya. Padahal, cinta tidak sebatas itu. Wujud
cinta lebih dari itu.
Cinta tingakahnya juga
bermacam-macam. Ada orang yang menyakiti tapi mereka mengatakan bahwa itu
adalah cinta. Adapula yang memperlakukan cinta dengan begitu agung. Mereka rela
melakukan apa saja demi cintanya. Mungkin kalian pernah mendengar atau pernah
menjadi si subyek penderita, dimana ada seseorang yang rela mengejar cintanya
sampai ketemu walau mungkin cintanya seperti perumpamaan bagaikan pungguk
merindukan bulan. Adapula orang yang menanti cintanya sampai begituuu lama.
Semua dilakukan hanya karena cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar